Yahudi Masuk Islam Sebab Maulid



YAHUDI MASUK ISLAM SEBAB MAULID

27 November kemaren, perjalanan dakwah Habib Thoha bin Husein Aljufri di Batu Ampar yang kebetulan saya ikut mendampingi beliau, dalam acara maulid Nabi Muhammad SAW yang dikemas dengan Batu Ampar Bersholawat.

Pada kesempatan kala itu beliau meminta untuk diambilkan kitab Al-Barzanji kepada panitia, beliau ingin membacakan langsung kitab maulid nabi yang berbahasa arab itu dihadapan para jamaah dan merterjemahkannya.

Habib Thoha Aljufri sengaja membacakan sebuah kisah yang termaktub dalam Syaroful Anam itu agar mendongkrak semangat kita untuk menambah cinta untuk selalu mengadakan acara maulid nabi setiap tahunnya. Beliau pun menterjemahkan kisah itu dalam bahasa Indonesia.

***
Ada kisah menarik dalam kitab Maulid Syaraful Anam yang disusun oleh Syaikh Syihabuddin Ahmad al-Harari, yaitu mengenai keluarga yahudi yang masuk Islam setelah tetangganya yang muslim mengadakan acara maulid.

Abdul Wahid bin Ismail mengisahkan, di Mesir terdapat seorang yang mengadakan perayaan maulid Nabi Muhammad di setiap tahunnya, dan tetangganya adalah seorang Yahudi, ia tinggal bersama istrinya.

Sang istri Yahudi tersebut berkata kepada suaminya, “Apa yang dilakukan tetangga kita yang muslim itu? Setiap tahun mereka menginfakkan harta yang melimpah saat bulan Maulid”

“Sungguh, ia menganggap bahwa Nabinya (Muhammad SAW) dilahirkan pada bulan ini, kemudian ia melakukan perayaan tersebut sebagai luapan kebahagiaan dan tanda penghormatan terhadap Nabi Muhammad dan hari kelahirannya,” suaminya menjawab.

Setelah percakapan itu, sang istri tidur seperti biasa. Dalam tidurnya, ia bermimpi melihat seorang laki-laki yang tampan, mulia, memiliki wibawa dan martabat. Kemudian istri Yahudi tersebut memasuki rumah tetangganya yang muslim. Dia menyaksikan seorang  dikelilingi orang para sahabatnya. Puja-puji dengan untaian kalimat indah untuk seorang tampan yang duduk di tengah itu.

Istri Yahudi itu bertanya kepada salah seorang di antara sahabat yang mengelilingi orang mulia itu:

“Apakah dia akan menjawab, apabila aku memanggilnya?”

“Ya..” jawab seorang di antara mereka. Lalu ia mendekat kepada sosok berwibawa tersebut dan memanggilnya:

“Wahai Muhammad…”
“Labbaik (aku penuhi panggilanmu),” Jawab Rasulullah dalam mimpi tersebut.
“Mengapa engkau mau menjawab panggilanku dengan penuh perhatian seperti tadi, sedangkan aku bukanlah seorang muslim, bahkan aku adalah musuhmu,” perempuan tersebut heran.

“Demi Dzat yang telah mengutusku sebagai Nabi, tidaklah aku jawab panggilanmu kecuali aku telah mengetahui bahwa Allah telah memberimu hidayah,” jawab Nabi.

“Sesungguhnya akhlakmu begitu mulia, dan sungguh engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung, lenyaplah orang yang menyelisihi perintahmu, dan merugilah orang yang tidak mengetahui derajatmu, ulurkanlah tanganmu, maka Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, bahwasannya Muhammad saw adalah utusan Allah.”

Perempuan Yahudi itu mengucapkan syahadat sebanyak tiga kali. Ia terjaga dari tidurnya, mimpi yang ia alami sangat terasa nyata baginya, masih sangat jelas sekali wajah Rosulullah SAW dimatanya, semerbak wangi  memenuhi kamarnya, ia sangat hafal bau wangi yang ia rasakan itu, wangi yang terpancar dari tubuh Rosulullah SAW.

Kemudian ia tidur lagi dengan niat agar bisa bangun sebelum subuh dan berjanji kepada Allah, bahwa ia apabila telah datang pagi hari akan bersedekah dengan seluruh apa yang ia miliki, dan membuat perayaan maulid Nabi Muhammad saw sebagai luapan kebahagiaan sebab keislamannya, dan tanda terimakasih atas penglihatan yang dianugerahkan kepadanya di dalam tidurnya.

Tatkala menjelang pagi hari, ia melihat suaminya telah sibuk mempersiapkan suatu tempat acara di ruang tamu, sang istri pun kaget, dan berkata kepada suaminya.

“Apa yang membuatku melihatmu melakukan perbuatan terpuji ini?” tanya sang istri kepada suami.

“Karena Islamnya engkau oleh Muhammad tadi malam.” jawab suaminya.

“Siapa yang menyingkap kepadamu mengenai rahasiaku, dan siapa yang menceritakannnya kepadamu?”

“Sudahlah tiada dusta diantara kita. Dialah yang telah mengislamkanku setelah engkau diislamkan olehnya, sebagaimana ia mengenalkan Allah dan menyeru kepada-Nya, maka beliaulah seorang yang memberi syafaat di hari esok pada siapapun yang bersholawat serta salam kepadanya”

Demikianlah kisah yang termaktub dalam kitab Maulid Syaraful Anam yang di bacakan dan diterjemahkan oleh Habib Thoha bin Husein Aljufri saat di even Batu Ampar Bersholawat.

Semoga kita dapat meneladani kisah di atas dan dapat dipertemukan dengan sang kekasih, baginda besar Muhammad saw, serta mendapatkan syafa’ah al-udzma` di hari akhir kelak. Yakinlah kita yang setiap tahun merayakan maulid nabi setiap tahunnya pasti berhak mendapatkan syafaat Rosulullah SAW.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد 💚

#AsyrobTv #AsyrobutThohur #HabibThohaAljufri #NgajiKitab #MaulidNabi #tareemlovers #HabibUmarbinHafidz #MajelisSholawat

Komentar