Di setiap hari Senin, Abu Lahab diringankan siksanya, karena ia senang atas kelahiran Nabi, bahkan Abu Lahab memerdekakan budak perempuannya, Tsuwaibah al-Aslamiyyah untuk menyusui Nabi SAW.
Lalu apa alasan kita untuk tidak bergembira atas kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW.
Apalagi jika yang bergembira seorang muslim di sepanjang hidupnya atas lahirnya Nabi Muhammad dikarnakan agungnya keberkahan kelahiran Baginda Almustofa.
Walaupun dalam kenyataannya tata cara perayaan Maulid Nabi SAW berbeda-beda, Namun esensi dari peringatan Maulid Itu sama yaitu Marasa gembira dan bersyukur atas kelahiran Rasululloh SAW yang mana kelahiran Rasululloh SAW adalah sebuah anugerah Alloh kepada kita yang harus disyukuri,
Sebagaimana firman Alloh SWT :
قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فليفرحوا
“Katakanlah (Muhammad), sebab anugerah dan rahmat Alloh (kepada kalian), maka bergembiralah mereka.”(QS.Yunus:58)
Majlis. Asyarobutthohur.com
Komentar
Posting Komentar