Sang Hadiah Agung



Imam Abu Abbas Al Mursi Ra menuturkan:


إن الأنبياء إلى أمتهم عطية, ونبينا صلى الله عليه وسلم هدية, وفرق بين العطية والهدية, إن العطية للمحتاجين, أماالهدية للمحبوبين


"Sesungguhnya para Nabi kepada umatnya adalah pemberian, sedangkan Nabi kita saw adalah hadiah, berbeda antara pemberian dengan hadiah, sesungguhnya pemberian itu untuk orang-orang yg memerlukan, sedangkan hadiah hanya kepada orang yg dicinta diberikan"


Patutlah kita bergembira menerima hadiah agung ini, seperti yg Allah perintahkan:


قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فاليفرحوا


"Katakanlah wahai Muhammad, dengan anugerah dan rahmat Allah hendaknya mereka bergembira"


 Terkait ayat ini Abdullah bin Abbas Ra menafsirkan bahwa Al fadhl(anugerah) yg dimaksud dari ayat di atas adalah ilmu, sesuai dg firman Allah:


وعلمكم مالم تكن تعلم. وكان فضل الله عليك عظيما


"Dan Allah telah mengajarimu apa yg belum pernah engkau ketahui, dan sesungguhnya anugerah Allah atasmu sangat agung"


Sedangkan rahmat sudah jelas, yaitu Rasulullah saw, sesuai firman Allah:


وماأرسلناك إلارحمة للعالمين

"Dan kami tidak mengutus engkau(wahai Muhammad)melainkan sebagai Rahmat bagi semesta alam"


Namun fadhl (ilmu) dan Rahmat itu tidak dapat kita peroleh melainkan kedua-duanya harus melaui Sayyidina Rasulillah saw, hal itu dapat kita baca dalam kitab-kitab sirah bahwa ketika Nabi lahir syetan-syetan yg turun-naik mendengarkan kabar langit terjatuh dan tidak bisa naik lagi untuk selamanya. Ini memberikan isyarat bahwa setelah datang sang Nabi, maka tidak layak lagi ada yg mendengar kabar langit, kecuali mesti melaui beliau yg berupa wahyu.


Demikian juga Rahmat, mesti melalui beliau, karena Rasulullah adalah distributor tunggal dari rahmat tersebut, seperti sabda beliau:

إن الله هوالمعطي وأناالقاسم


"Allah adalah sang pemberi(rahmat), sedangkan aku adalah yg membagikan"


Allohumma Sholli Wasallim Wabarik alayhi


Majlis Asy Syarobut Thohur

Komentar